Mungkin
sebagian dari anda pernah mengisi LJk (Lembar Jawab Komputer. Apakah
yang OMR (Optical Mark Reading (Bundar)) atau DMR (Digital Mark Reading
(Silang)), menurut saya untuk pengisian lebih mudah yang berjenis OMR
karena kemungkinan keluar dari kolom isian sangat kecil. Tetapi untuk
kecepatan scan dan harga yang lebih murah, DMR jawabanya. Untuk saat
ini, mungkin masih ada beberapa lembaga/instansi yang masih menggunakan
OMR. Tetapi banyak yang sudah meninggalkan OMR saat ini. Alasan mereka
meninggalkan OMR dan beralih ke DMR adalah kecepatan scan yang cepat dan
akurat, tidak membutuhkan scanner khusus (seperti OMR yang biasanya
menggunakan scanner opscan yang harganya lumayan mahal), dan biaya
insfraktuktur yang lebih murah karena DMR tidak membutuhkan kertas
khusus. DMR hanya membutuhkan kertas 80-100 gram saja dan bisa berwarna
atau tidak (maksud dari berwarna adalah isinya berwarna (garis berwarna
biru/merah)). Nah, pada kesempatan ini saya akan menjelaskan bagaimana
cara mengisi LJK berjenis DMR yang baik dan benar. Bagi beberapa orang
kendala yang dialami ketika mengisi LJK DMR adalah sering keluar dari
garis karena kita menyilang di kolom kotak yang kecil. Walaupun sudah
banyak alat bantu isi LJK, tapi mungkin beberapa dari anda mungkin belum
punya. Tips pengisian LJK DMR yang pertama adalah pastikan pensil tidak
terlalu runcing dan tidak terlalu tumpul. Pensil yang terlalu runcing
menyebabkan coretan tidak tebal sehingga kita harus mengulang mencoret
yang dapat mengurangi waktu dan kemungkinan dapat menyebabkan LJK kotor
dan tidak dapat discan. Sebaliknya, pensil yang terlalu tumpul dapat
menyebabkan coretan terlalu lebar sehingga sering keluar garis. Tips
kedua gunakan alas ketika mengisi LJK jika permukaan anda mengisi LJK
tidak rata. Permukaan yang tidak rata ini dapat menyebabkan LJK
berlubang ketika diisi sehingga tidak dapat discan. Tips ketiga jangan
menghapus LJK terlalu keras dan pastikan penghapus anda bersih dan
terbuat dari karet yang berkualitas. Menghapus LJK terlalu keras dapat
menyebabkan LJK sobek. Penghapus yang kotor juga dapat mengotori LJK dna
pilihlah penghapus yang terbuat dari karet berkualitas. Jika tidak,
hasil hapusan tidak bersih dan dapat terbaca ganda oleh komputer ketika
discan. Tips keempat gunakan penggaris ketika mengisi nama untuk
mencegah terjadi salah coret. Problem salah coret di bagian nama sering
terjadi karena keteledoran pengisi dan pengisi tidak dapat menentukan
dimana letak huruf yang seharusnya dicoret karena saking banyaknya kolom
di bagian nama. Jika memungkinkan, gunakan penggaris minimal 20 cm
untuk mengurutkan posisi huruf yang hendak dicoret. Dan tips kelima
pastikan tangan anda kering dan bersih. LJK yang basah dan kotor tidak
mungkin terbaca LJK. Apalagi jika bagian yang kotor terletak di kolom
pengisian. Ini pengalaman saya, LJK saya pernah tercoret pena secara
tidak sengaja. Tapi untungnya coretan itu mengenai bagian petunjuk dan
masih dapat terbaca. Mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan. Jika
ada kekurangan sampaikan saja dengan mengcomment posting ini. Insya
Allah saya akan merespon komentar anda dengan cepat.

No comments:
Post a Comment